KegiatanJURIT MALAM dilakukan setelah kegiatan MOTIVASI sekitar jam 00.00 wib ditempat Cansebu resort Bogor jawa baratLDKS SERU SMPN 29 JAKARTAJAYA JAYAJAYA ReadEdisi 9 - Februari 2020 by sekolah oraetlabora on Issuu and browse thousands of other publications on our platform. Start here! JuritMalam, Uji Nyali Ratusan Saka Wira Kartika Kediri. Pendidikan. Kediri – Ratusan Saka Wira Kartika di Kediri, berkumpul di lapangan Kelurahan Sukorame, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Mereka, mengikuti “Kemah Bakti” yang. Berita Terkait. Berita Utama. Posterakhir pun tiba, ini adalah tantangan terakhir, awalnya agak terkecoh dengan perlintasan, namun joni berhasil lewat belakang dari pos tesebut dan akhirnya setannya pun ketahuan. Kami bertiga hanya tersenyum lega, namun kami harus melewati lintasan di belakang garis kuning yang telah di beri, jalanan pun semakin lama semakin menanjak TujuanJurit Malam Home Artikel Tujuan Jurit Malam. Tujuan Jurit Malam dibacakanBelum diketahui penyebab pasti sehingga korban meninggal dunia. Namun menurut sejumlah warga, termasuk para senior korban yang ikut dalam kegiatan itu, kemungkinan almarhumah mengalami kedinginan (hypotermia) saat mengikuti beberapa tahap prosesi pengaderan. Kapolsek Tinggimoncong Gowa AKP Jumadi yang dikonfirmasi, 1Kg5Isw. Jawaban dan Pertanyaan dalam perjalanan menuju Pos 1Clue Jawaban 3 Mei 1992Pertanyaan Kapan HIMKA berdiri?Pos 1 Pos Organisasi 10 menitTempat Di depan gerbang hijau sebelah kananPIC ClaraAxel Time Keeper PosJovianALBERTDEVINAPerlengkapan pos Obor, minyak tanah, banner, kardus, trash bag, snack, payung, jas hujan, senter 2, sedikit obat – dan Pertanyaan dalam Pos 1Clue Jawaban 3 Mei 1992Pertanyaan Kapan HIMKA berdiri?“Jangan takut untuk bertindak jika merasa itu benar, karena sesungguhnya kita mendapatkan keuntungan yang tidak terhitung jika kita dapat memepertahankan kebenaran dan berkorban untuk “Mempertahankan” HIMKA.”Materi Membahas tentang organisasi khususnya HIMKA Pengertian, Makna, Tujuan, Manfaat Organisasi adalah aktivitas kerjasama yang dilakukan 2 org/lebih. Kerjasama secaraformal dalam rangka pencapaian untuk suatu tujuan tertentu ada Ketua, Wakil, Anggota. 0% found this document useful 0 votes109 views4 pagesOriginal Titlecontoh ldksCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes109 views4 pagesContoh LdksOriginal Titlecontoh ldksJump to Page You are on page 1of 4 You're Reading a Free Preview Page 3 is not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. Tanggal 5-7 Maret 2021, diadakan Kegiatan Latihan Dasar Keorganisasian Mahasiswa LDKM Himpunan Mahasiswa Program Studi HMPS PGMI. Kegiatan ini mengusung tema "Membangun solidaritas dan menciptakan generasi HMPS-PGMI berjiwa kepemimpinan cerdas dan bernafaskan Islami". Kegiatan ini diselenggarakan di Bendung Karang Intan dan diikuti oleh 23 mahasiswa PGMI UNISKA, baik yang dari Banjarmasin maupun Banjarbaru. Di kegiatan LDKM ini diisi dengan berbagai materi dan diisi oleh alumni HMPS-PGMI dengan rincian sebagai berikut 1. Fikri haikal Materi Kepemimpinan dan Keorganisasian 2. Siti Nurhalimah Zahra Materi Manajemen Keuangan 3. Dewi Agustina Surat dan Proposal 4. Ahmad Maulana Lobbying 5. Dhiya Wuri Fatmawati Manajemen Konflik 6. Laila Tazkiroh Pengembangan Program Kerja. Pada hari pertama diadakan seremoni pelepasan peserta dan pembukaan kegiatan LDKM. Pada hari ini juga diisi dengan materi kepemimpinan dan organisasi, serta manajemen keuangan. Hari kedua diisi dengan materi malamnya di isi dengan sharing time alumni dan tamu undangan juga pentas seni dari peserta. Pada malam hari ketiga, rencananya akan diadakan jurit malam, tapi karena hujan dan mati lampu, maka jurit malam kami ubah ke pagi dari pukul sd siang. Kemudian dilanjutkan dengan pengukuhan anggota baru, penutupan sekaligus penyerahan hadiah lomba di kegiatan LDKM HMPS-PGMI. Acara ini di dukung penuh oleh Fakultas Studi Islam UNISKA. Hal tersebut terlihat dari kedatangan kaprodi PGMI Bapak Barsihor, M. Pd. I, Wakil Dekan 3 FSI Bapak H. Abdul Hafiz, M. Pd. I, kaprodi Eksya Bapak H. Iman Setia Budi, SHI., MEI dan dosen yang lain. Kehadiran para dosen memberikan arahan dan juga motivasi bagi semua peserta maupun panitia. LDKS Adalah? – Kepemimpinan merupakan karakteristik yang harus dimiliki setiap orang karena sangat berguna di berbagai situasi dan kondisi. Nah, pentingnya kepemimpinan dalam aspek kehidupan sudah disadari oleh berbagai elemen pendidikan sehingga setiap sekolah pasti mengadakan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa. Biasanya, kegiatan ini mulai diadakan saat SMP atau SMA/SMK dan bekerja sama dengan organisasi sekolah tersebut. Secara umum, LDKS biasanya diadakan oleh organisasi OSIS atau pramuka yang mana merupakan organisasi cukup populer di sekolah. Biasanya siswa yang ingin bergabung dalam OSIS atau pramuka maka wajib mengikuti LDKS sebagai syarat keanggotaan atau kepengurusan. LDKS menjadi kegiatan yang diadakan setahun sekali saat pergantian ajaran baru, jika ingin tahu lebih jelasnya tentang maksud dari LDKS adalah berikut penjelasannya! Memahami Tentang LDKS adalah? Kegiatan LDKS SMP atau SMA/SMK pada umumnya tidak jauh berbeda, jika kamu penasaran kegiatan LDKS berapa hari biasanya sih berlangsung sampai beberapa hari, tergantung sekolahnya. Paling cepat LDKS bisa berlangsung selama satu hari saja namun bisa juga lebih dari itu, selama kegiatan berlangsung maka akan ada berbagai rundown acara serta materi yang akan diberikan untuk siswa yang menjadi peserta LDKS. Jadi, bisa disimpulkan bahwa pengertian dari LDKS adalah suatu kegiatan yang diadakan oleh sekolah yang bekerjasama dengan organisasi siswa seperti OSIS atau pramuka, kegiatan ini diberikan kepada siswa sebagai syarat keanggotaan atau kepengurusan suatu organisasi. Sehingga, pada kegiatan LDKS akan ada yang namanya pelatihan tentang segala hal yang terkait dengan kepemimpinan. Maksud dari adanya LDKS adalah kegiatan ini diharapkan bisa menjadi sebuah pelatihan dasar untuk siswa agar bisa memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi semua orang dan lingkungannya. LDKS atau Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa bisa membantu siswa memahami bagaimana harus bertanggung jawab dan mengemban tugas dengan baik. Kegiatan ini juga diawasi dan dibimbing oleh instruktur, senior, guru, dan sebagainya Latihan dasar kepemimpinan tingkat sekolah ini tentu tidak seperti latihan militer seperti yang kamu bayangkan. Kegiatan ini tentu saja sangat seru karena dibungkus dengan berbagai metode pelatihan yang memiliki tujuan masing-masing. Jadi, jangan heran jika isi dalam kegiatan ini seputar outbound, kerjasama tim, games, dan masih banyak lagi. Manfaat LDKS Bagi Siswa, Berikut Informasinya Masih banyak yang bingung kenapa anggota atau pengurus organisasi sekolah harus mengikuti latihan dasar kepemimpinan atau LDKS. Jawabannya, setiap siswa yang tergabung dalam keanggotaan atau kepengurusan organisasi sekolah maka harus memiliki karakter yang kuat dan mampu menghadapi berbagai masalah entah dalam lingkungan sekolah maupun lingkungan sosial lainnya. Diharapkan siswa yang telah mengikuti LDKS bisa mengambil berbagai macam manfaat positif serta membagikannya kepada orang lain. Sehingga, kegiatan ini sangat wajib diikuti oleh siswa yang memutuskan untuk berorganisasi, karena harus membawa visi dan misi organisasi. Nah, berikut ini admin sudah merangkum tentang manfaat LDKS adalah Membentuk karakter siswa agar lebih mandiri dalam menghadapi segala situasi. Melatih jiwa kepemimpinan siswa untuk menjadi pemimpin yang baik di masa depan. Melatih skill komunikasi interpersonal dan peka terhadap situasi yang ada. Menuntun siswa untuk memiliki jiwa yang kooperatif dan bisa bekerja sama dengan tim. Menciptakan rasa kepedulian dan kesadaran terhadap lingkungan. Menambah wawasan siswa untuk ahli dalam berbagai hal, misalnya administrasi dan pelaporan. Melatih rasa tanggung jawab yang tinggi untuk melaksanakan segalanya dengan sesuai dan amanah. Mengajarkan siswa untuk berani speak up dan mengutarakan pendapatnya di depan orang banyak. Memiliki rasa kedisiplinan yang tinggi pada berbagai aspek kehidupan. Melatih siswa untuk memiliki problem solving dalam mengambil keputusan terbaik demi kepentingan bersama. Memberikan bekal kepada mahasiswa untuk terbiasa dalam berorganisasi dan bertemu banyak orang dengan karakter yang bervariasi. Meningkatkan rasa kebersamaan serta empati satu sama lain. Menumbuhkan inovasi dan motivasi siswa untuk menemukan berbagai ide dan gagasan terbaik untuk pengembangan diri maupun sekolah. Fakta LDKS Ngapain Aja ya? Cek Di sini Berbagai Materi dan Kegiatannya Kegiatan LDKS adalah kegiatan yang cukup penting bagi pengembangan karakter kepemimpinan siswa. Tapi, apakah kamu bertanya-tanya sebenarnya LDKS ngapain aja ya dan apa saja yang dilakukan selama kegiatan ini berlangsung. Yah, setiap sekolah punya ciri khasnya masing-masing saat menyelenggarakan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa sehingga tidak ada kegiatan LDKS yang bersifat sama rata. Sebagai informasi, penyelenggaraan LDKS di setiap sekolah dipengaruhi oleh beberapa indicator, antara lain yaitu anggaran, waktu, tempat, dan sebagainya. Dengan mempertimbangkan beberapa faktor tersebut maka LDKS bisa dibilang sangat fleksibel. Namun, admin akan memberikan gambaran secara garis besar tentang fakta LDKS ngapain aja sih lengkap dengan materi dan kegiatan yang biasanya dilakukan sebagai berikut 1. Belajar Materi Dasar Kepemimpinan Kegiatan yang pasti dilakukan saat LDKS pastinya belajar materi dasar kepemimpinan yang dan seputar kebangsaan. Biasanya di sini ada mentor yang akan memberikan materi terkait dengan kepemimpinan serta pembentukan karakter. Sehingga kamu bisa memahami secara teori tentang apa itu kepemimpinan serta bagaimana seseorang harus memiliki karakter pemimpin yang baik. 2. Latihan Baris Berbaris Kegiatan wajib yang harus ada saat LDKS adalah latihan baris-berbaris yang biasanya akan ada instruktur yang mengarahkan siswa untuk melakukan gerakan baris-berbaris sesuai dengan aturan yang berlaku. Hal ini bertujuan untuk melatih siswa memahami berbagai macam perintah dalam baris-berbaris sehingga tidak salah dalam melakukannya. Biasanya, baris-berbaris ini sangat berguna saat upacara bendera atau upacara nasional lainnya. 3. Game dan Kreativitas Jika kamu bertanya LDKS ngapain aja, ternyata kegiatannya tidak semuanya serius tapi ternyata kegiatan LDKS akan diisi oleh beberapa games yang memiliki tujuan bermacam-macam, di antaranya yaitu kerjasama tim, ketepatan, kecepatan, dan masih banyak lagi. Game ini biasanya akan ditentukan oleh panitia atau instruktur sehingga peserta LDKS mengikuti arahan yang ada. Bagian ini biasanya sangat ditunggu-tunggu oleh peserta LDKS, karena bisa dibilang sangat seru dan tidak membosankan. Jika ada yang kalah dalam games yang sedang dimainkan maka ada sanksi yang sudah disepakati sebelumnya. 4. Jurit Malam Satu lagi kegiatan yang pasti tidak pernah absen dalam penyelenggaraan LDKS adalah jurit malam yang bertujuan untuk melatih keberanian peserta LDKS. Kegiatan ini biasanya diadakan saat tengah malam atau dini hari, peserta akan dibangunkan kemudian harus melewati dan menyusuri jalan yang sepi dengan berbagai pos yang tersedia. Tentu saja, tidak semudah itu karena akan ada berbagai hambatan yang akan ditemui. Hambatan yang biasanya menjadi konsep LDKS saat jurit malam yaitu hantu dan kegelapan. Peserta harus melawan ketakutan serta kekhawatirannya terhadap sesuatu yang mungkin menghambat diri sendiri untuk maju. Yah, bisa dibilang pada bagian ini sukses memberikan kesan yang sangat susah buat dilupakan. PENUTUP Akhir kata, sebagai penutup admin ucapan terima kasih karena sudah membaca artikel seputar LDKS adalah serta manfaatnya. Sebenarnya, masih banyak hal seru yang dan menarik tentang LDKS yang bisa kamu temui di berbagai sekolah atau organisasi. Semoga artikelnya dapat memberikan inspirasi dan referensi bagi kamu yang sedang mencari artikel seputar LDKS atau Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa. Ilustrasi gunung yang menyeramkan kala malam hari Foto Shutter StockJurit malam, banyak dari kita pernah melakukannya dengan terpaksa, dan mengalami kejadian mengerikan di acara dan Malik, akan cerita tentang pengalaman mereka di acara jurit malam di salah satu kaki pegunungan di Bogor, tahun 1997. Baca di sini, di Briistory..Gak, sama sekali aku gak berani untuk menatap ke depan, gak berani melihat sekeliling, pandangan tetap dan terus aku arahkan ke bawah, hanya melihat jalan setapak yang sedang kami lewati.“Pocongnya masih ada Do, masih berdiri di bawah pohon.” Begitu Malik bilang sambil menangis pelan.“Udah Lik, jangan lo lihat terus. Jangan lihat lagi.” Jawabku terus menyusuri jalan setapak ini, jalan setapak tanah yang semakin licin karena tumpahan air hujan yang terus turun rindang memenuhi hampir seluruh ruang hutan yang sedang kami coba untuk dedaunan bertepuk satu dengan lain karena bergoyang ditimpa tetesan air hujan, bukan karena angin, semakin menambah mencekam dan Malik masih dalam perjalanan menuju pos empat, sungguh perjalanan yang teramat panjang, ketakutan terus menyeruak memenuhi isi jiwa dan pikiran.“Aldo, gw udah gak kuat lagi, gw capek banget Do.” Sekali lagi malik berkata dengan gemetar.“Sedikit lagi, kita harus kuat, gak bisa berhenti di tempat kayak gini.” Jawabku.“Pocongnya masih ada Do..”Bau kentang rebus sama-samar terus tercium sejak tadi, tercium di antara bau tanah yang tersiram hujan. Siapa yang merebus kentang di tengah hutan pada tengah malam seperti ini?Entah apa yang ada di dalam pikiran, detik berikutnya aku malah melirik ke tempat di mana pocong itu Malik bilang, pocong masih berdiri di bawah pohon yang jaraknya hanya beberapa meter dari posisi kami sedang kain putih kusam, ada ikatan di beberapa tempat di bagian tubuh, sehingga bentuknya terlihat jadi semakin mempercepat langkah, semakin cepat melangkah, hingga nyaris berlari, ketika beberapa saat berikutnya pocong itu seperti bergerak genggam tangan Malik erat-erat, menariknya dengan paksa agar mempercepat langkah juga. Tangisan Malik makin terdengar, nyaris berteriak ketika sadar kalau pocong semakin dekat dan untunglah, langkah kaki kami ternyata lebih cepat dari gerakan pocong. Pelan tapi pasti, sosok pocong menghilang dari pandangan, di belakang.“Kalian lama sekali? Dari mana aja? Jalan-jalan ke mana dulu?” Ucap salah satu kakak pembina yang baru belakangan aku tahu kalau namanya Rendy.“Kalian tahu gak kalau hutan ini angker? Banyak penunggunya, kalian malah jalan santai. Udah jam berapa iniiiiii..!!”Kakak pembina satu lagi membentak kami setengah berteriak.“Maaf Kak, kami tadi ketakutan, berlari gak tentu arah, akhirnya kesasar.” Aku memberanikan diri untuk menjawab.“K..kkk..kaa..mii, kami lihat pocong Kak.” Malik menjawab sambil menangis pelan.“Aaahh, baru lihat pocong udah nangis, jangan manjaaa!!” Teriak kakak pembina lagi. Suaranya menggema kencang memecah sepi ada yang bisa kami lakukan selain diam dan menuruti apa yang diperintahkan oleh dua kakak senior kami diberi pertanyaan dari banyak materi yang sudah kami dapatkan sebelumnya, beberapa bisa kami jawab, beberapa gak terjawab yang berakibat hukuman push-up atau hukuman fisik dan bathin, kami kerahkan tenaga yang masih tersisa untuk terus mengikuti perintah kakak senior di pos empat akhirnya, ada suara langkah dari beberapa orang terdengar mendekat dari terdengar teriakan seperti itu, teriakan salam peserta kalau bertemu dengan kakak senior. Ternyata kelompok berikutnya sampai juga di pos dan Malik sedikit bernapas lega, karena setelah itu kami dipersilakan untuk beristirahat sejenak, sebelum melanjutkan perjalanan menuju pos duduk di bawah pohon, bersandar di batang besarnya.“Gw gak kuat lagi Do, takut.” Malik bicara seperti itu dengan tatapan kosong dengan suara datar.“Tapi kita harus lulus dari jurit malam ini, ini kan salah satu syarat kelulusan. Ayolah, tinggal satu pos lagi, setelah itu selesai semuanya.” Aku terus coba membangkitkan semangat Malik yang sudah nyaris SMUN 1997, kami sedang melaksanakan kegiatan ini, Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa. Sebagian murid kelas satu harus mengikutinya, gak bisa satu bagian kegiatannya adalah acara jurit malam, acara inilah yang sedang kami malam diselenggarakan oleh ekskul Pramuka. Kegiatan dilangsungkan di salah satu kaki gunung di wilayah gunung yang tahun 1990-an masih pedalaman, sebagian besar wilayahnya adalah hutan rindang dengan pepohonan tinggi besar menjulang, masih pegunungan dan hutan, konturnya naik turun mengikuti perbukitan. Gak ada jalan beraspal, semua rentang permukaan masih tanah, akan menjadi licin apabila disiram air ini cukup terkenal di Bogor, cukup terkenal juga keangkerannya. Memang sangat cocok untuk dijadikan tempat lokasi jurit malam untuk mengasah nyali dan Aldo, murid kelas satu salah satu SMUN di Jakarta, angkatan 1997, sedang dalam satu bagian acara LDKS, Jurit peserta diharuskan berjalan menyusuri jalan setapak di tengah hutan, untuk menuju pos-pos yang sudah yang kami kunjungi ada lima, masing masing pos jaraknya cukup jauh dan kondisi jalan yang sangat menantang. Dari pos satu ke pos berikutnya semakin gila kondisi dan situasinya, menurutku sangat siswa dibentuk per kelompok, satu kelompok terdiri dari dua orang. Setiap kelompok berjalan satu-satu setiap beberapa puluh menit, gak acara dimulai tadi, para kakak panitia dan pembina sudah mewanti-wanti kepada kami untuk selalu wilayah kaki gunung ini terkenal angker dengan kondisi alam yang masih berbahaya di banyak yang paling aku ingat, omongan dari kakak panitia yang beberapa kali diulang"Ingat ya, kami tidak menyiapkan hantu-hantuan, tidak ada seorang pun dari panitia dan pembina yang menyamar jadi hantu untuk menakut-nakuti nanti di tengah kegiatan kalian melihat pocong, kuntilanak, atau teman-temannya, dapat dipastikan kalau itu adalah hantu beneran, bukan bohongan."Begitu kalimat yang aku ah masa sih mereka gak menyiapkan apa-apa untuk menakut-nakuti kami, sepertinya gak mungkin. Itu pemikiranku, pada pikiranku berubah ketika aku dan Malik mulai dalam perjalanan menuju pos dua, pos tiga, dan pos empat tempat kami sedang istirahat kami, kalau penampakan-penampakan yang kami lihat tadi adalah memang kakak panitia yang menyamar jadi hantu, berarti mereka melakukannya dengan sempurna, kami sampai ketakutan Back, aku akan bercerita ketika kami dalam perjalanan menuju pos dua..Masih jam 10, malam masih terbilang sore, langkah kami masih mantap menjalani tugas dan aktivitas Jurit malam yang baru saja dimulai."Do, kayanya mendung tuh ya, gak kliatan bintang sama sekali." Suara Malik membuyarkan lamunanku yang baru saja dimulai."Iya lik, moga aja gak ujan ya, kusut dah kalo ujan beneran." Jawabku sambil menatap kata Malik, langit kusam tanpa bintang, entah ada bulan atau nggak di balik gelayut awan, yang pasti warna angkasa menambah seram yang aku bilang tadi, langkah kali kami masih mantap melangkah menyusuri jalan setepak sempit yang sesekali tertutup lebih dari 20 menit lamanya kami berjalan menuju pos ketika pengarahan, kakak pembina bilang kalau masing-masing pos berjarak kira-kira 30 menit lamanya berjalan kaki. Jadi, aku dan malik pikir, sebentar lagi kami akan sampai di pos dua, seharusnya yang berjalan di depan, tiba-tiba merasakan kalau tangan Malik menarik baju bagian belakangku."Do, ada orang." Begitu kata Malik, sambil memberi kode untuk memperlambat langkah."Mana Lik? emang di depan udah pos dua ya?""Itu Do, berdiri di bawah pohon." Malik menunjuk ke arah coba menajamkan pandangan ke tempat yang Malik maksud. Kami tetap maju melangkah walau perlahan, membuat semakin dekat ke tempat di mana Malik bilang ada sudah beberapa belas meter kami melangkah, akhirnya aku dapat melihat kalau benar ada orang. Kami belum terlalu dekat berjarak dengan sosok itu, tapi aku dapat melihatnya cukup di bawah pohon, di pinggir jalan setapak yang akan kami lalui, orang itu berdiri dengan tegap sempurna, postur istirahat di tempat. Dia menghadap ke arah selatan, sementara kami berjalan menuju ke barat, jadi kami melihat dia dari jarak kami hanya tinggal beberapa meter saja, barulah aku dapat melihat sejelas-jelasnya tampilan sosok laki-laki, masih muda, sepertinya SMU juga sama seperti kami namun mungkin satu atau dua tahun di pramuka lengkap, mengenakan topi pramuka, kacu, dan tangan kananya memegang bambu panjang yang berdiri tepat di sampingnya.“Kayaknya kakak panitia Do, kita permisi aja.” Begitu kaya Malik sambil terus berjalan sampai akhirnya harue melintas tepat di depan sosok yang kami pikir adalah kakak panitia yang sedang bertugas.“LDKS 1997!” Setengah berteriak, aku dan malik memberi salam tanda kegiatan.“Permisi Kak, kami mau lewat,” Aku panitia itu tetap diam bergeming, posisinya gak berubah, tegap beristirahat di tempat, pandangan lurus ke depan, sama sekali gak menatap ada perubahan, walaupun gak mengucapkan sepatah kata pun tapi wajahnya tersenyum, senyum menyeringai tanpa ekspresi, wajahnya pucat seperti orang sangat detik lamanya aku dan Malik kikuk sambil diam berdiri di hadapannya, bingung harus berbuat apa, serba salah, sementara kakak panitia itu tetap pada itu, aku berpikir, kalau memang dia ditugaskan untuk menakut-nakuti kami, tugasnya berhasil, karena aku dan Malik mulai merasa ketakutan, mulai merasakan kejanggalan.“Ayok jalan aja Lik, kayaknya ini bukan pos dua.” Aku bilang menjawab apa-apa, Malik langsung melangkah, aku mengikuti langkahnya yang terburu-buru.“Permisi Kak.” Sekali lagi aku mengucap dia gak bergerak sama sekali, posturnya tetap seperti itu dengan wajah tersenyum dan Malik terus berjalan kami jauh pergi meninggalkan, aku sebentar melirik ke belakang. Gak ada perubahan, posisi kakak panitia itu belum berubah, dia tetap berdiri pada 10 menit kemudian, kami sampai juga di pos dua. Ada beberapa kakak panitia yang menunggu pos sini, kami diberi tugas dan pekerjaan yang belum terlalu melelahkan, semua dapat kami selesaikan dengan baik, setelah itu kakak panitia mempersilakan kami untuk beristirahat ketika kami tengah beristirahat, kelompok berikutnya berdatangan, sehingga pos dua jadi gak terlalu sepi masih penasaran dengan kakak Pembina yang tadi berdiri sendirian di bawah pohon sebelum kami sampai di pos dua, makanya aku menanyakan hal itu kepada teman dari kelompok yang datang setelah kami.“Eh, lima atau 10 menit sebelum sampe di sini, lo berdua ketemu kakak Pembina gak? Berdiri di bawah pohon sendiran, ditegor diem aja tapi senyum, liat gak?” Tanyaku.“Kakak Pembina? Gak ada ah, kami gak ketemu siapa-siapa. Sekalinya ketemu orang ya di pos satu dan pos dua ini, di antaranya gak ada orang.” Jawab teman itu aku dan Malik saling bertatapan, mungkin memang kakak Panitia, tapi sedang terpisah dari kelompoknya, pikir aku dan Malik. Tapi setelah aku perhatikan lagi, ternyata di pos dua gak ada kakak Pembina yang berdiri sendirian tadi, wajahnya mereka jelas-jelas berbeda.“Aldo, Malik, cukup istirahatnya. Kalian sekarang jalan ke pos tiga. Lebih hati-hati lagi, walaupun jaraknya dekat tapi kondisi jalan menanjak terus. Berdoa dulu sebelum jalan, semoga selamat sampai pos tiga.” Begitu kata salah satu kakak Pembina,Aku dan Malik langsung berdiri dari duduk, berdoa sebentar, lalu kami melanjutkan perjalanan menuju pos kata Kakak Pembina di pos dua tadi, jalur menuju pos tiga cukup manantang, lebih banyak menanjak walau jalan setapaknya lebih sekeliling tetap sama, pepohonan rindang memenuhi ruang hutan yang gelap gulita tanpa cahaya, hanya lampu senter di tanganku yang menembus kelam, memberi jalan mata untuk melihat lebih jauh ke kejauhan, kami mendengar suara air terjun yang bergemuruh pelan, gunung ini memang cukup banyak memiliki air terjun indah di beberapa sudutnya.“Do, gw capek, jalannya nanjak, pelan-pelan dulu Do.”Malik yang berjalan di belakang berucap dengan napas ngos-ngosan.“Iya.” Jawabku pendek sambil memperlambat benar, jalan menanjak yang tengah kami lalui ini cukup konstan, sama sekali gak ada kontur datar atau menurun untuk beristirahat sejenak, terus aja menanjak.“Do, istirahat aja deh sebentar ya. Gw gak kuat nih, jalannya nanjak terus.”Gak tega aku melihat Malik, badan besarnya terlihat lelah, pakaian pramukanya basah bermandi keringat. Akhirnya kami berhenti untuk istirahat jangkrik dan binatang malam mulai terdengar bersahutan, sementara pepohonan rindang tetap diam gak kami berhenti ini agak tinggi posisinya, sehingga aku dapat melihat jalanan di belakang, jalan menurun yang sudah kami lewati sebelumnya. Tapi ya itu, hanya gelap aja yang melihat sekeliling, sambil mengarahkan lampu senter, coba memperhatikan sekitar. Gelapnya malam di kaki gunung itu, mulai sedikit menggoyahkan nyali, sepinya seperti memperhatikan kami yang tengah berdiri, sendiri.“Yuk jalan lagi Lik, agak mulai ngeri, merinding gw.” Aku berbisik ke Malik.“Iya Do, kok agak serem ya. Ayok jalan deh.”Lalu kami mulai melangkahkan kaki.“Sebentar Do,” Malik memegang lenganku, menahan aku supaya berhenti berjalan.“Lo denger gak?” Malik bilang begitu.“Ada suara Do, kayak suara langkah orang jalan.”Lalu aku diam dan menajamkan pendengaran,Benar! Ternyata terdengar ada suara di sangat samar, hampir-hampir gak terdengar, tapi yang pasti suara itu berasal dari belakang, dari jalan yang sudah kami lewati sebelumnya, jalan yang posisinya berada di bawah, sementara kami sudah agak di lama suara itu semakin jelas, sementara itu aku terus mencari sumbernya, lampu senter ku arahkan cahayanya ke tempat yang kami curigai sebagai asal suara.“Brek, brek, brek, brek,” Kira-kira seperti itu suara langkah kaki yang sedang berbaris, seperti ada kelompok orang yang sedang berjalan semakin jelas, semakin yakin kalau itu memang suara orang yang sedang berjalan berbaris, dan mereka sedang berjalan menuju ke arah tempat kami sedang saja, akhirnya cahaya lampu senterku menangkap objek yang sepertinya merupakan sumber suara “Brek, brek, brek, brek,” belum terlalu jelas, tapi lama kelamaan menjadi semakin jelas karena jarak kami semakin ternyata benar, aku dan Malik melihat ada tiga orang yang sedang berbaris memanjang ke belakang, berjalan cukup cepat di kondisi jalan kami kompak bergerak ke pinggir, ke sisi jalan setapak, dengan maksud memberi jalan kepada tiga orang ini untuk mendahului, karena mereka berjalan cukup cepat, melangkah gak kelihatan lelah.“Brek, brek, brek, brek,” Mereka terus melangkah mendekat, semakin dan Malik hanya diam sambil terus orang-orang ini? Kelompok peserta LDKS sama seperti kami kah? Ah tapi bukan, karena perkelompok hanya dua orang, sedangkan mereka kakak Pembina kah? Mungkin saja, tapi beberapa belas detik kemudian kami akan sadar kalau mereka jelas-jelas bukan kakak orang berseragam pramuka lengkap, dengan masing-masing tangan kanannya memegang tongkat bambu akhirnya mereka hanya tinggal beberapa meter saja dari tempat kami yang pertama, ternyata kami kenal sosok yang berjalan paling depan, kami yakin kalau ini adalah sosok yang sama dengan yang kami lihat sedang berdiri sendiran di bawah pohon sebelum pos dua tadi. Kami yakin itu, kami masih sangat hapal wajahnya, gesturnya, dia masih kelihatan tersenyum tanpa ekspresi, sembil terus berjalan melangkahkan di belakangnya ada dua orang dengan penampilan sama, berpakaian pramuka lengkap dengan topi dan sebentar, adaketerkejutan kami yang yang akan membuat kami ketakutan amat sangat..Setelah mereka benar-benar sudah berada di hadapan, secara sadar dan sangat jelas, kami melihat kalau ternyata sosok yang berjalan paling belakang gak mengenakan topi pramuka, seperti dua teman di depannya, tapi tetap mengenakan seragam pramuka gak kenapa sosok yang berjalan paling belakang itu gak mengenakan topi? Dia gak memakai topi karena gak memiliki kepala, dia berjalan berbaris di belakang tanpa pramuka berjalan tanpa kepala..Malik langsung jatuh terduduk di samping ku berdiri, sementara aku diam sambil terus lemas, tulang-tulang rasanya seperti lepas dari engselnya, jantung seperti berhenti berdetak melihat semua sosok menyeramkan itu terus saja berjalan, berbaris dalam kegelapan, berjalan tanpa jeda dan lelah di jalan yang terus memperhatikan sampai akhirnya mereka hilang di dalam gelap.“Gimana Lik? Lanjut jalan aja? Apa mau balik lagi ke pos dua?” Tanyaku ketika sudah mulai bisa bernapas teratur.“Lanjut aja Do, harusnya sih pos tiga gak jauh lagi. Tapi pelan-pelan aja ya, gw gak mau ketemu pramuka baris yang tadi lewat.” Malik menjawab nyaris pada akhirnya kami memberanikan diri untuk melangkah terus melanjutkan di sisa perjalanan menuju pos tiga kami gak bertemu lagi dengan pramuka tanpa kepala itu lagi, untuk sementara kami bisa bernapas lega.“Ini gunung terkenal angker, bisa jadi yang kalian lihat itu benar adanya. Tapi ini bagus untuk mental kalian, gak boleh takut sama hantu, jangan manja.”Begitu kata salah satu kakak senior penunggu pos tiga, ketika kami menceritakan kejadian yang baru saja kami ya sudahlah, yang penting kami sudah selesai melaksanakan tugas di pos tiga, lagi-lagi kami dikasih kesempatan untuk istirahat sebentar sebelum perjalanan menuju pos perjalanan dari pos tiga menuju pos empat, kami gak bertemu lagi dengan barisan pramuka yang salah satunya tanpa kepala yang sudah aku ceritakan di awal tadi, kami malah mendapatkan teror yang lain, kami melihat penampakan pocong. Pocong yang teramat sangat mengerikan, menguras nyali, meremukkan mental dan bathin. Kami ketakutan, di batas yang paling maksimal.“Gw gak kuat lagi Do, takut.” Malik bicara seperti itu dengan tatapan kosong dengan suara datar.“Tapi kita harus lulus dari jurit malam ini, ini kan salah satu syarat kelulusan. Ayolah, tinggal satu pos lagi, setelah itu selesai semuanya.” Aku terus coba membangkitkan semangat Malik yang sudah nyaris kelelahan kami duduk, entah apa lagi yang akan kami temui nanti di parjalanan menuju pos yang biasanya pemberani, kali ini merasakan pengalaman yang sepertinya memberikan arti lain dari kata “takut”. Nyaliku bergetar hebat, mentalku goyah, tapi walaupun begitu kami harus tetap maju, harus menyelesaikan jurit malam ini.“Aldo, Malik, cukup istirahatnya. Ayok kalian jalan ke pos lima, pos terakhir.” Salah satu kakak Pembina memberi kami kami berdiri dan mulai berjalan lagi, menuju pos lima, pos jalan menuju pos lima ini lebih banyak menurun, walau sesekali ada sedikit tanjakan. Memang sepertinya kami menuju kaki gunung yang paling rendah, menuju perkemahan tempat kami jam pada jam tangan sudah menunjuk ke arah pukul satu lewat tengah yang turun sejak pos empat tadi tiba-tiba berhenti, menyisakan becek di jalan menurun dan menjadikannya licin, kami harus hati-hati berjalan jangan sampai lepas dari pos empat tadi, aku dan Malik lebih banyak diam, sama-sama konsentrasi memperhatikan jalan, mungkin juga sama-sama masih trauma dengan dua kejadian di belakang tadi, sungguh kami masih masih sangat ketakutan..Kira-kira sudah lima belas menit lamanya kami meninggalkan pos empat, lima belas menit yang terasa seperti berjam-jam heningnya gelap hutan, perlahan semilir angin terdengar datang bertiup, menggerakkan pepohonan, membuatnya bergerak melambai walau masih gak jangkrik dan binatang hutan lain, yang tadinya cukup ramai bersahutan, perlahan menghilang, menyisakan sepi yang teramat sangat, hanya hembusan angin yang jadi iringan titik ini kami mulai ketakutan lagi, mulai merasakan kejanggalan lagi, karena sepinya beda, heningnya mencekam.“Do, cepetan Do. Buruan.”Malik yang lagi-lagi berjalan di belakang, bilang begitu, sambil tangannya mendorong tubuhku, memaksaku untuk berjalan lebih cepat menuruti omongannya, lalu melangkahkan kaki lebih cepat di atas jalan setapak yang masih licin akibat hujan.“Ada apa Lik” Tanyaku setengah berbisik.“Jangan nengok ke belakang, ada pramuka yang gak ada kepalanya.” Malik bilang begitu dengan suara Malik bilang begitu aku semakin cepat rasa penasaran mengalahkan segalanya, akhirnya aku nekat untuk menoleh ke di belakang kami ada sosok beseragam pramuka berjalan tanpa kepala, dia terus tak berkepala itu kali ini berjalan tanpa suara, kali ini berjalan sendirian..Kami ketakutan, lalu mulai panik!Kemudian Malik mendahuluiku sambil berlari, “Do lari do, gw takut.” Dia bilang begitu sambil menangis aku jadi ikut berlari di belakang Malik. Sekali lagi aku melirik ke belakang, ternyata sosok pramuka tanpa kepala itu masih saja mengikuti..Kami sangat ketakutan, lampu senter yang tadinya ada di genggaman tiba-tiba terlepas, setelahnya semua menjadi berlari di dalam gelapnya hutan, keluar dari jalan setapak. Berlari ketakutan gak tentu akhirnya aku terjatuh karena kaki tersandung itu aku gak ingat apa-apa lagi.“Do, lo udah bangun? gak apa-apa?”Suara Malik terdengar kami sudah ada di dalam tenda. Aku terbaring di dalam sleeping bag.“Jam berapa ini lik? Kita di mana ini?” Tanyaku.“Sekarang udah jam empat Do. Di basecamp, di pos lima. Tadi kita sama-sama pingsan di deket sini, ditemuin sama team penyapu, hehe.” Begitu penjelasan kami baik-baik saja, hanya ada sedikit luka lecet dan memar akibat terjatuh pengalaman jurit malam yang sangat ke gw lagi ya, Brii..Cukup sekian jalan-jalan jurit malam ini, sampai jumpa dengan cerita gw sehat, supaya bisa terus merinding bareng.

materi pos jurit malam ldks