Perhatikancontoh kalimat fakta yang terdapat dalam teks editorial ”Kado Tahun Baru 2014 dari Pertamina” berikut ini. a. Pertamina menaikkan harga elpiji tabung 12 kg lebih dari 50 persen. b. Akibatnya sampai di tingkat konsumen harganya menjadi Rp125.000,00 hingga Rp130.000,00. c. StrukturTeks Editorial Karena teks editorial adalah suatu opini atau pendapat, maka teks ini termasuk ke dalam teks eksposisi. Dengan demikian, struktur umum dari teks ini juga meliputi: tesis, argumentasi, dan penegasan. Berikut adalah penjelasan lengkapnya berdasarkan yang diungkapkan oleh Tim Kemdikbud (2017, hlm. 98). Tesis (pengenalan Isu) Jikaketepatan dalam triple tradition menunjukan Matius dan Lukas menggunakan sebuah dokumen tertulis—katakanlah Markus—sebagai sumber, kelihatannya ketepatan double tradition mendukung adanya satu dokumen tertulis yang dipakai oleh Matius dan Lukas—katakanlah, Q. Tapi ada dua hal yang menghalangi: (1) Perikop dalam Matius-Lukas MengidentifikasiInformasi dalam Teks Editorial Dapatkan link; Facebook; Twitter; Pinterest; Email ViewPengertian Teks COM MISC at University of Phoenix. Pengertian Teks Editorial Teks editorial adalah tulisan yang ditulis oleh argumenmendukung,argumen menentang, dan simpulan1Lihat jawabanIklanIklan bintarifrbintarifrContoh teks diskusi yang terdiri atas isuargumen mendukungargumen menentangsimpulanJudul Dampak Game Online bagi Remaja IndonesiaPembahasanIsu Pada saat ini, kalangan remaja bahkan anak anak Indonesaia sudah sangat mengenal yang Uusq31. Daftar Isi Pengertian Teks Editorial Kaidah Kebahasaan Teks Editorial 1. Menggunakan Kalimat Retoris 2. Menggunakan Kata Populer 3. Menggunakan Kata Ganti Penunjuk 4. Menggunakan Konjungsi Contoh Teks Editorial dengan Kaidah Bahasa Yang Baik dan Benar Makassar - Teks editorial adalah artikel yang ditulis oleh redaktur dari suatu media massa. Karena itu kaidah-kaidah kebahasaan teks editorial perlu diperhatikan agar bisa menulis artikel yang baik dan diketahui, teks editorial mewakili opini dan pandangan resmi dari sebuah media terkait dengan isu tertentu. Isu tersebut umumnya adalah peristiwa atau masalah yang tengah hangat di itu, menulis teks editorial tak bisa sembarangan. Ada beberapa aturan dan kaidah-kaidah bahasa yang perlu diperhatikan. Nah, agar bisa memahami lebih jelas mengenai kaidah kebahasaan dalam teks editorial, berikut uraiannyaPengertian Teks EditorialSebelum membahas tentang kaidah kebahasaan teks editorial, terlebih dahulu perlu diketahui tentang apa itu teks dari e-Modul Bahasa Indonesia, Kemendikbud RI, pengertian teks editorial adalah sebuah artikel dalam surat kabar yang merupakan pendapat atau pandangan redaksi terhadap suatu peristiwa yang aktual atau sedang menjadi perbincangan hangat saat itu. Isu tersebut bisa berupa masalah politik, sosial, ekonomi, dan lain editorial ini biasanya dibuat secara rutin oleh media massa. Ini dianggap sebagai sikap, opini, atau pandangan resmi suatu penerbit atau media terhadap isu yang sedang teks editorial ini bisa berupa kritikan, penilaian, harapan, prediksi, ataupun saran. Karena itu teks editorial ini dianggap memiliki kekuatan yang cukup dalam mempengaruhi dalam menulis teks editorial, umumnya ada 4 kaidah bahasa yang sering digunakan. Hal ini menjadi semacam pakem agar penulisan artikel tersebut menjadi lebih kuat dan Menggunakan Kalimat RetorisKaidah kebahasaan teks editorial yang pertama adalah penggunaan kalimat yang sifatnya retoris. Kalimat retoris merupakan kalimat tanya yang biasanya tidak ditujukan untuk mendapatkan pemerintah sudah memperhatikan kesejahteraan rakyat?"Pertanyaan retoris ini digunakan untuk mempengaruhi pembaca agar tergugah untuk merenungkan atau memikirkan terhadap isu yang dibahas. Dengan begitu, pada akhirnya bisa merubah pandangannya terkait isu Menggunakan Kata PopulerDalam menulis teks atau artikel editorial, sebaiknya menggunakan kata-kata populer. Yaitu kata-kata yang mudah dipahami oleh banyak Menggunakan Kata Ganti PenunjukKaidah kebahasaan teks editorial selanjutnya adalah penggunaan kata ganti untuk menunjukkan waktu, tempat, peristiwa atau hal yang menjadi fokus utama ulasan. Contohnya kata-kata seperti itu, tersebut, dan pemerintah sudah berusaha mengetaskan kemiskinan, namun ternyata hal itu belum dapat dilakukan.""Berdasarkan kenyataan tersebut, diperlukan langkah bijak untuk menangani pengangguran di Indonesia."4. Menggunakan KonjungsiKonjungsi adalah kata atau ungkapan yang menghubungkan dua satuan bahasa yang sederajat. Kata konjungsi tersebut menghubungkan antara kata dengan kata, frasa dengan frasa, klausa dengan klausa atau kalimat dengan kata konjungsi ini biasanya diperuntukkan untuk 4 hal, yaitu;Konjungsi Untuk menata argumentasi seperti kata "pertama", "kedua", "berikutnya", dan juga digunakan untuk memperkuat suatu argumentasi, seperti kata "bahkan", "lagi pula", "sebagai contoh", "padahal", "justru" dan lain juga digunakan untuk menyatakan hubungan sebab-akibat. Contohnya kata "sejak", "sebelumnya", "oleh karena itu", dan lain untuk menyatakan harapan. Contoh katanya seperti "agar", "supaya", "sehingga" dan lain Teks Editorial dengan Kaidah Bahasa Yang Baik dan BenarBerikut ini sebuah contoh teks editorial yang menggunakan kaidah bahasa dan struktur artikel yang baik dan benar.PENGENALAN ISUDi sebuah harian nasional, Selasa 22/5,Perhimpunan Hipertensi Indonesia Indonesian Society for Hypertension memasang sebuah iklan dengan judul dalam bahasa Inggris World Hypertension Day, May 17, 2019, sebuah momentum yang digalang World Hypertension Leage dengan tema "Healthy Life Style-Healthy Blood Pressure". Sebagai orang awam tentu banyak dari kita yang bertanya, apa penting dan signifikansinya memperingati Hari Hipertensi Dunia, yang tepat jatuh pada pekan lalu itu?ARGUMENTASIBagi masyarakat Indonesia yang belakangan ini dilanda berbagai persoalan sosial, mulai dari larangan konser Lady Gaga hingga berbagai kasus korupsi yang tiada hentinya, persoalan hipertensi penyakit tekanan darah tinggi seperti tenggelam tak ada gaungnya. Apakah karena dianggap kurang menarik sehingga tidak ada yang mau peduli?Padahal, kalau melihat angka penderita hipertensi di Indonesia, haruslah kita waspada dan sangat peduli. Prevalensi penyakit ini di Indonesia mencapai 31,7 persen, artinya diperkirakan satu dari tiga penduduk berusia di atas 18 tahun adalah penderita hipertensi. Hal ini berarti puluhan juta penduduk Indonesia dipastikan menderita hipertensi tanpa dampak, kita mungkin patut abai dan tenang-tenang saja. Persoalannya, hipertensi dapat memicu berbagai penyakit lain sebagai akibat rusaknya berbagai organ tubuh, seperti otak, ginjal, dan jantung kalau tidak ditangani dengan global, penyakit hipertensi memiliki angka kematian yang cukup mencemaskan, yakni mencapai 7 juta orang meninggal per tahunnya di dunia. Hingga kini, diperkirakan lebih dari 1 milyar penduduk bumi menderita keluarga yang anggotanya menderita gagal ginjal, tentu sudah merasakan betapa beratnya biaya dan beban hidup yang harus ditanggung untuk cuci darah misalnya, meski mungkin sudah dibantu asuransi. Salah satu penyebab gagal ginjal adalah hipertensi. Penyakit lain yang juga bisa dipicu oleh hipertensi adalah stroke dan jantung koroner. Berbeda dengan demam berdarah yang penderitanya bisa meninggal dunia seketika, berbagai penyakit yang dipicu oleh hipertensi tersebut bisa berlangsung berkepanjangan dan bahkan menguras biaya yang sangat hipertensi tidak diperhatikan, dirawat, atau pun dicegah, dipastikan akan menimbulkan berbagai penyakit lain yang bakal mengurangi kesejahteraan dan produktivitas. Dengan demikian, bermula dari masalah kesehatan dalam keluarga akan dapat menimbulkan masalah lain, yaitu problem ekonomi dan sosial. Maka, melalui tajuk rencana ini masyarakat diingatkan untuk tidak mengabaikan kesehatan. Masyarakat diimbau untuk selalu menjaga gaya dan pola hidup yang ini harus pula dibarengi dengan berbagai kampanye dan penyuluhan untuk berbagi pengetahuan tentang kesehatan. Hal ini dapat membangun dan menyadarkan masyarakat mengenai perlunya gaya dan pola hidup yang sehat. Tujuannya agar warga terhindar dari hipertensi dan berbagai penyakit turunannya.PENEGASAN ULANGDengan demikian, kampanye dan penyuluhan seperti yang dilakukan Perhimpunan Hipertensi Indonesia ini harus dihargai, mengingat risiko dan kerugian yang ditimbulkan penyakit ini sangat besar. Bukan saja menyebabkan beban bagi anggota keluarga penderita hipertensi, tetapi juga bagi masyarakat. Risiko ini dapat dikurangi kalau masyarakat memiliki pemahaman yang cukup baik mengenai hal itu. Simak Video "Jelang Pemilu 2024, Jokowi Harap Media Tetap Idealis-Objektif" [GambasVideo 20detik] urw/asm Di materi kali ini kita akan membahas tentang teks argumentasi yang masih berkaitan erat dengan teks kritik sebelumnya. Lalu, Apa yang disebut teks argumentasi? Teks argumentasi sering disebut juga dengan sebuah karang alasan, di mana penulis mulai mengobservasi masalah yang terjadi, kemudian timbul sebuah opini yang didukung dengan fakta untuk membuat rangkaian tulisan yang nantinya dapat meyakinkan pembaca agar setuju dengan argumen si penulis. Dalam membuat teks argumentasi tentu saja tidak boleh sembarangan, ada struktur dan kaidah kebahasaan yang harus kamu pelajari terlebih dahulu. Selain itu, kamu juga harus mengumpulkan berbagai fakta, contoh, dan bukti-bukti yang logis. Untuk Itu artikel ini akan membahas seputar pengertian, fungsi, jenis,ciri-ciri, dan contoh teks argumentasi yang tepat. Apa Pengertian Teks Argumentasi? Teks argumentasi adalah jenis teks yang isinya berupa pendapat yang membuktikan suatu peristiwa atau masalah berdasarkan fakta dan bukti nyata. Pendapat tersebut disampaikan untuk meyakinkan orang lain bahwa argumen yang disampaikan memang benar. Untuk lebih detailnya, simak pengertian teks argumentasi menurut para ahli, seperti Pengertian Teks Argumentasi Menurut Para Ahli Dahlan Karangan argumentasi merupakan jenis karangan yang dapat membuat si pembacanya merasa percaya dengan pendapat/argumen si penulisnya. Karangan argumentasi adalah karangan yang bertujuan untuk membuktikan suatu kebenaran sehingga pembaca meyakini kebenaran itu. Finoza Karangan argumentasi adalah karangan yang bertujuan meyakinkan pembaca agar menerima atau mengambil suatu doktrin, sikap, dan tingkah laku tertentu. Keraf Teks argumentasi merupakan suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan penulis. Melalui argumentasi penulis mampu merangkaikan fakta-fakta sedemikian rupa, sehingga ia mampu menunjukkan apakah suatu pendapat atau suatu hal tertentu itu benar atau tidak. Mastika Mengemukakan bahwa teks argumentasi karangan argumentasi merupakan perbincangan, kritikan, dan pembahasan. Secara umum, teks argumentasi dapat dibedakan menjadi dua bagian, ada teks editorial dan teks opini. Teks editorial adalah teks yang isinya lebih fokus pada sikap redaksi yang bisa saja mendukung atau menolak suatu peristiwa dikalangan masyarakat saat ini, Sedangkan teks opini merupakan jenis teks argumentasi yang melakukan proses penafsiran terhadap suatu peristiwa yang memang sedang terjadi maupun belum diketahui oleh masyarakat. Apa Saja Manfaat dan Tujuan Teks Argumentasi? Dalam menulis teks argumentasi ada manfaat dan tujuan yang bisa didapatkan seorang penulis untuk memperkuat argumen, diantaranya Penulis dapat dengan mudah menyampaikan pendapat ataupun pandangan terhadap suatu masalah yang sedang diangkat Penulis dapat menguatkan argumen yang disusun secara struktural dengan informasi yang jelas Melalui tulisannya yang sudah disusun secara rinci, penuli dapat dengan mudah mengubah pandangan dan tingkah laku pembaca Penulis dapat mengubah pola pikir pembaca yang awalnya menolak menjadi sepakat karena adanya bukti yang disertai contoh yang kuat Apa Saja Jenis-Jenis Teks Argumentasi? Sebab AkibatUntuk jenis teks argumentasi ini berisikan kalimat yang memaparkan masalah utama yang akan dibahas, Kemudian disertai juga dampak jika peristiwa itu terjadi. Dalam membuat tulisannya kamu bisa menggunakan kata hubung di awal kalimat. Akibat SebabJika sebelumnya sebab-akibat membahas dampak jika suatu peristiwa terjadi, beda halnya dengan akibat sebab yang dampaknya memang sudah pasti meskipun masalah/peristiwa itu belum terjadi. Fokus utama dari jenis teks ini lebih mengutamakan bukti atau fakta konkrit. Argumentasi Persamaan dan PerbandinganMerupakan pendapat atau opini yang ditulis berdasarkan data-data yang sudah ada, kemudian dicocokan sampai akhirnya membuat kesimpulan yang tidak terbantahkan. Selain itu ada juga argumen perbandingan yakni teks yang isinya membandingkan berbagai data yang bisa dianggap menguatkan atau melemahkan argumen penulis. AutoritasJenis argumen yang ditulis berdasarkan pendapat dari orang terkenal dan bisa dijadikan sebagai pemecahan masalah dari isu yang diangkat oleh penulis. KesaksianBerbanding terbalik dengan jenis teks argumentasi dari autoritas. Argumen kesaksian merupakan pendapat seseorang yang memang mengalami kejadian tersebut secara langsung sehingga data yang didapatkan memang bersifat akurat. Apakah Ciri Teks Argumentasi? Teks argumentasi harus disertai fakta dan data yang relevan Penulis dapat menulis pandangan, ide, atau gagasan untuk menyikapi suatu isu tertentu Menggunakan kalimat-kalimat yang lugas dengan makna yang sebenarnya. Tidak terlalu banyak menggunakan gaya penulisan personal karena teks argumentasi harus ditulis secara objektif Dapat merumuskan suatu kalimat secara kritis dan logis Bagaimana Struktur Teks Argumentasi? Untuk struktur teks argumentasi terbagi dalam 3 bentuk utama, seperti bagian pendahuluan, bagian isi/ argumen utama, dan kesimpulan. PendahuluanSama dengan struktur teks lainnya, teks argumentasi menampilkan bagian pendahuluan berupa masalah yang terjadi dan biasanya pernyataan di bagian ini harus dibuat menarik. Argumen Utama/ Tubuh ArgumenSetelah memaparkan dasar suatu masalah yang disertai argumen singkat. Maka bagian isi berisi fakta yang akan mendukung argumen di pendahuluan. Kesimpulan Pada bagian akhir teks merupakan ringkasan dari paparan tulisan dari penulis. Biasanya di bagian ini penulis membuat kalimat yang lebih ringkas dengan menambahkan pemikiran yang logis agar dapat diterima oleh pembaca. Apa Saja Kaidah kebahasaan Teks Argumentasi? Kaidah yang menyusun tulisan teks argumentasi terdiri dari kata-kata keterangan atau adverbia frekuentatif yang artinya berhubungan dengan pengulangan. Adapun kata-kata yang termasuk dalam kata keterangan seperti jarang, kadang-kadang, selalu, dan sebagainya. Selanjutnya adalah kata penghubung yang menghubungkan kalimat pada teks, contohnya yakni atau, dengan, bahawa, meskipun, bahkan, dan sebagainya. Selain itu, ada kaidah kebahasaan verba mental yaitu kata kerja yang menunjukkan sikap atau tindakan subjek dalam kalimat. Contohnya menikmati, mendengar, mencium, atau mendengar. Yang terakhir ada kata kerja relasional yang fungsinya untuk melengkapi kalimat atau memperjelas suatu hal. Contoh kata kerjanya, merupakan, ialah, digolongkan, dan sebagainya. Bagaimana Contoh Teks Argumentasi? Contoh Teks Argumentasi Panjang Indonesia merupakan salah satu negara yang rawan bencana. Tahun 2015, International Strategy for Disaster Reduction 2006- 2009, Disaster Reduction Campaign dan UNESCO menetapkan bangsa Indonesia pada urutan ke-7 tujuh negara di dunia yang rawan bencana alam. Rencana Aksi Nasional pengurangan risiko bencana 2006-2009 menyebutkan ada 3 tiga faktor utama penyebab bencana, antara lain 1 Bahaya alam dan bahaya karena ulah manusia, 2 Kapasitas yang rendah pada berbagai komponen di tingkat masyarakat, dan 3 Kerentanan yang tinggi dari masyarakat, infrastruktur dan elemen di dalam kota/kawasan yang berisiko bencana. Banyaknya daerah rawan bencana di Indonesia dan pentingnya pengurangan risiko bencana merupakan landasan kuat bagi bangsa Indonesia untuk bersama-sama melakukan upaya peningkatan kesiapsiagaan secara terpadu dan terarah. Indonesia dikenal sebagai negara dengan risiko bencana tingkat tinggi karena berada tepat pada pertemuan tiga lempeng besar yaitu lempeng Pasifik, lempeng Eurasia, dan lempeng Indo Australia. JGEO/3- 2/1 . Bencana sebagai suatu hal yang menjadi ciri khas dan hampir dialami oleh sebagian besar wilayah di Indonesia. Beberapa faktor fisik alam seperti kondisi geomorfologi, kondisi alam dan cuaca, kondisi geologi, hidrologi dan tanah sangat berpengaruh terhadap adanya bencana di Indonesia. Bencana alam yang ditimbulkan oleh faktor sosial budaya seperti ulah manusianya juga dapat mengganggu kelangsungan hidup masyarakat terutama di daerah yang sangat rawan bencana. Masih rendahnya pengetahuan masyarakat tentang kebencanaan dan bahaya dalam suatu bencana dapat ditunjukkan oleh banyaknya pula kejadian bencana di Indonesia. Berbagai kejadian bencana yang dialami sebagian besar wilayah di Indonesia ini maka sangat penting sekali memberikan pengetahuan tentang kebencanaan. Kesiapsiagaan merupakan kegiatan yang menunjukkan respon terhadap bencana. Faktor yang berperan dalam kesiapsiagaan bencana adalah masyarakat dan pihak pengambil keputusan. Masyarakat memiliki pengetahuan Knowledge, sikap Attitude, dan perilaku Behavior yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kesiapsiagaan. Kesiapsiagaan adalah bagian yang integral dari pembangunan berkelanjutan. Jika pembangunan dilaksanakan dengan baik, upaya kesiapsiagaan terhadap bencana akan lebih ringan tugasnya Kharisma, 2009 dalam Purnamasari, 2013. Upaya pengurangan risiko bencana dapat dilakukan dengan pendidikan kebencanaan baik secara formal maupun informal. JGEO/3-2/2. Sumber Struktur Argumen Paragraf Argumentatif Studi Kasus Lima Jurnal Terindeks Sinta Rumpun Pendidikan Non Eksakta di LLDIKTI VIII Antonius Nesi 1 , Priska Filomena Iku 2 Contoh Teks Argumentasi Singkat Sebagian anak Indonesia belum dapat menikmati kebahagiaan masa kecilnya. Pernyataan demikian pernah dikemukakan oleh seorang pakar psikologi pendidikan Sukarton 1992 bahwa anak-anak kecil di bawah umur 15 tahun sudah banyak yang dilibatkan untuk mencari nafkah oleh orang tuanya. Hal ini dapat dilihat masih banyaknya anak kecil yang mengamen atau mengemis di perempatan jalan atau mengais kotak sampah di TPA. Kemudian, hasilnya diserahkan kepada orang tuanya untuk menopang kehidupan keluarga. Apa lagi, sejak di negeri kita terjadi krisis moneter, kecenderungan orang tua mempekerjakan anak sebagai penopang ekonomi keluarga semakin terlihat di mana-mana. Itu dia informasi mengenai teks argumentasi yang bisa kamu pahami. Semoga artikel ini dapat membantu. 1 Salah satu indikator kuat dan lemahnya perekonomian suatu negara dapat dilihat melalui cadangan devisa. 2 Meskipun masih didera pandemi Covid-19, perekonomian negeri ini relatif membaik. 3 Kondisi itu membaik karena berdasarkan laporan Bank Indonesia BI, cadangan devisa Indonesia meningkat. 4 Cadangan devisa pada akhir Februari 2021 sebesar US$138,8 miliar triliun. 5 Jumlah ini meningkat dari posisi pada akhir Januari 2021 yang sebesar US$138 miliar triliun. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 10,5 bulan impor atau 10 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor. Peningkatan posisi cadangan devisa pada Februari 2021 terutama dipengaruhi penarikan pinjaman Pemerintah dan penerimaan pajak. Idealnya, Pemerintah mengerahkan segenap daya dan upaya untuk menggenjot ekspor dan menekan impor demi menjaga cadangan devisa pada posisi aman dan nyaman. Menggenjot ekspor di tengah pandemi yang mengguncangkan perdagangan global membutuhkan strategi yang tepat. Badan Pusat Statistik BPS mencatat nilai ekspor Januari 2021 mencapai US$15,30 miliar, atau turun 7,48% jika dibandingkan dengan ekspor Desember 2020, sedangkan jika dibandingkan dengan Januari 2020, ekspor naik 12,24%. Sumber diakses 9 April 2021 Fakta dalam paragraf pertama teks editorial terdapat pada kalimat angka .... In my last post, I looked at banking as a business, and used a simple banking framework to advance the notion that the key ingredient tying together the banks that have failed so far in 2023 is an absence of stickiness in deposits, created partially by depositor and deposit characteristics older are stickier than younger … Read more In March 2023, the fall of Silicon Valley Bank shocked investors not only because it was unforeseen, but also because of the speed with which it unfolded. That failure has had a domino effect, with Signature Bank falling soon after, followed by Credit Suisse in April 2023 and by First Republic last week. The banks … Read more This is the last of my data update posts for 2023, and in this one, I will focus on dividends and buybacks, perhaps the most most misunderstood and misplayed element of corporate finance. To illustrate the heat that buybacks evoke, consider two stories in the last two weeks where they have been in the news. … Read more We have an uneasy relationship with debt, both in our personal and business lives. While it is a financial decision, it is one that is freighted with moral overtones, since almost every religion inveighs against debt’s sins, labeling those who lend as sinners and those who borrow as weak. That may reflect the concern that … Read more As I have argued in all four of my posts, so far, about 2022, it was year when we saw a return to normalcy on many fronts, as treasury rates reverted back to pre-2008 levels, and risk capital discovered that risk has a downside. During the course of the year, investors also rediscovered that the … Read more I describe myself as a dabbler, and it does get in the way of my best laid plans. A few weeks ago, I posted my first data update pulling together what I had learned from looking at the data in 2023, and promised many more on the topic. In the month since, I have added … Read more The India Rising story hit some turbulence last week, as one of its biggest corporate success stories, the Adani Group, was hit with a report from Hindenburg Research, an investing group that specializes in targeting and shorting companies that it believes have dubious accounting and business practices. In response, people have fallen into two groups, … Read more I wrote about my most recent valuation of Tesla just over a week ago, and as has always been the case when I value this company, I have heard from both sides of the Tesla divide. Some of you believe that I am being far too generous in my forecasts of revenues and profitability for … Read more If 2022 was an unsettling year for equities, as I noted in my second data post, it was an even more tumultuous year for the bond market. The US treasury market, considered by some still as a safe haven, was anything but safe or a haven, especially at the long maturities, as long term rates … Read more I am not much of a car person and view cars primarily as a mode of transportation. I drive a 2010 Honda Civic, a perfectly serviceable vehicle that is never going to get oohs and ahas from onlookers, but I feel no urge to value Honda. I don’t own a Tesla, and have only driven … Read more Dalam hidup bersosial, menyampaikan pendapat adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari. Agar pendapat tersebut bisa meyakinkan orang lain, maka harus disertai argumen. Dengan begitu, argumen dapat diartikan sebagai sesuatu yang memperkuat pendapat sehingga suatu pendapat lebih mudah diterima. Namun demikian, tak selalu argumen yang kita sampaikan diterima begitu saja oleh orang yang mendengarkan. Bisa saja, argumen kita dipatahkan oleh argumen lain. Sehingga, adu argumen pun tidak bisa dihindari. Dalam berdiskusi, adu argumen merupakan sesuatu yang wajar. Dengan begitu, seseorang atau sekelompok orang dapat memperoleh sudut pandang lain dari suatu permasalahan yang tengah dibahas. Pengertian Argumen Argumen adalah sesuatu yang sering dikemukakan saat menyampaikan pendapat. Mengetahui cara yang benar dan tepat dalam berargumen merupakan sesuatu yang mesti dipahami. Apalagi jika Anda sering terlibat dalam suatu forum diskusi atau mungkin hendak mempresentasikan sesuatu. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, argumen adalah alasan untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat, pendirian, atau gagasan. Sementara itu, berargumen diartikan sebagai berdebat dengan saling mempertahankan atau menolak alasan masing-masing. Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa argumen memiliki dua tujuan, yaitu memperkuat pendapat sendiri atau melemahkan dan mematahkan pendapat orang lain. Argumen merupakan sekumpulan pernyataan yang berhubungan dengan topik dalam pendapat yang sedang disampaikan. Komponen Argumen Argumen adalah suatu upaya untuk membuat lebih dari sekadar pernyataan. Di dalam suatu argumen terselip penawaran serangkaian pernyataan terkait yang mewakili dukungan terhadap pernyataan utama. Hal tersebut tak lain guna meyakinkan orang lain bahwa apa yang diucapkan dan ditegaskan adalah benar. Sebelum berargumen, penting untuk memahami apa saja komponen dasar yang membentuk suatu argumen, yaitu premis, inferensi, dan kesimpulan. Premis Pernyataan berupa fakta yang menjelaskan alasan dan atau bukti untuk memercayai suatu klaim inferensi. Inferensi Adalah apa yang diselesaikan di akhir argumen. Namun, dalam argumen sederhana, bisa jadi tidak ditemukan inferensi, melainkan hanya terdiri atas premis dan kesimpulan. Kesimpulan Penalaran dari sebuah argumen atau sering juga disebut inferensi akhir. Mengutip ThoughtCo, untuk memaparkan argumen, seorang yang membuat klaim mesti menawarkan pernyataan lanjutan yang, setidaknya, secara teori dapat mendukung klaim tersebut. Sebab, suatu argumen bertujuan untuk menawarkan alasan dan bukti. Apabila inferensi mendapat pernyataan yang mendukung, maka argumen berhasi. Begitu pula sebaliknya. Contoh Argumen Untuk lebih jelasnya, berikut contoh sederhana dari sebuah argumen Pilot memperoleh banyak uang premis. Saya ingin menghasilkan banyak uang premis. Saya harus menjadi pilot kesimpulan. Biasanya, tantangan dalam berargumen ialah memperoleh kesimpulan yang menghubungkan premis. Menyusun Teks Eksposisi Selain berargumen secara lisan, argumen juga bisa nyatakan dalam bentuk tulisan atau biasa disebut teks eksposisi. Teks eksposisi berisi kalimat argumentasi berupa fakta-fakta, pernyataan para ahli, dan alasan logis sesuai data temuan. Selain itu teks ini terdiri dari suatu topik yang memberikan informasi pada pembaca. Teks eksposisi harus memperhatikan isi, struktur, dan kebahasaan teks. Sumber karangan penulis didapatkan dari hasil observasi atau pengamatan, penelitian, dan pengalaman. Ide pokok teks eksposisi berisi identifikasi suatu permasalahan, argumen, dan pengetahuan untuk dibaca. Untuk membuat teks eksposisi ada beberapa tahapan yang mesti dilalui, yaitu menentukan topik yang hendak dibahas, menyusun kerangka, kemudian mengembangkan kerangka menjadi teks. Setelah mengembangkan kalimat, penulis meninjau ulang isinya untuk diperbaiki. Struktur Teks Eksposisi Teks eksposisi disusun berdasarkan pernyataan pendapat tesis, argumentasi, dan penegasan ulang. Bagian tesis berisi paragraf pembuka yang dijelaskan oleh penulis. Bagian argumentasi berupa isi paragraf yang berisi alasan dan dukungan pernyataan. Pada bagian argumentasi ini berisi data dan fakta. Terakhir adalah penegasan ulang yang berada di akhir paragraf. Kalimat ini untuk mengulang kembali pernyataan, serta meyakinkan pembaca tentang kebenaran. Mengutip buku ajar “Teks Eksposisi dan Perangkatnya” oleh Sulastriningsih Djumingin, berikut penjelasan tentang struktur teks eksposisi Pembukaan Pembukaan adalah kalimat yang berisi mengenai pandangan awal suatu topik. Pandangan ini sifatnya opsional. Tesis pendapat Kalimat teks eksposisi ini merupakan bagian yang berisi pendapat penulis. Bagian tesis membahas tentang suatu topik yang dipermasalahkan. Pernyataan pendapat adalah kalimat yang berisi gagasan, ide, opini, anggapan, argumentasi yang dijelaskan oleh penulis terhadap suatu peristiwa. Argumen Argumen berisi pendukung tesis berupa bukti yang dicantumkan oleh penulis. Dalam menulis argumen, teks tidak hanya terdiri dari satu posisi saja. Argumentasi bertujuan untuk memperkuat tulisan sehingga membutuhkan data hasil temuan, fakta-fakta, dan pernyataan para ahli. Dalam teks eksposisi, paragraf berisi argumen mampu mendukung pendapat dari penulis. Adapun ciri-ciri kalimat argumentasi, yaitu berisi ide pokok, gagasan, point of view, dan pendapat para ahli mengenai suatu masalah. Kalimat argumentatif berisi data yang sesuai fakta di lapangan, objektif, data resmi, dan hasil riset para ahli. Data ini penting untuk memperkuat argumen sebagai pendukung tulisan. Selain itu, ada perumusan masalah suatu permasalahan yang logis analisis, dan kritis. Kalimat argumentatif juga berisi kesimpulan mengenai suatu permasalahan. Selain itu, ada solusi untuk penyelesaian masalah. Penegasan Ulang Pendapat Bisa juga disebut paragraf penutup yang berisi penegasan ulang, penulis memakai kalimat yang berbeda. Tujuan dari kalimat penutup ini menegaskan paragraf argumen, menambah rekomendasi, dan saran.

argumen mendukung dalam teks editorial ditunjukkan oleh kalimat angka